Minggu, 06 Maret 2016

KISAH SEDIH SEORANG PERANTAU

MERANATAU KE NEGERI SEBRANG 

Kehidupan pas pasan lah yang membuat saya berpikir untuk membantu orang tua. Pada usia 8 tahun saya sudah di biasakan untuk mandiri oleh orang tua saya ,mandi sendiri makan ambil sendiri cuci baju sendiri pergi sekolah sendiri untuk mencari biaya hidup pun saya lakukan sendiri ,karena orang tua saya selalu sibuk dengan usaha dagannganya sendiri kebetulan orang tua saya berdagang sate keliling kampung sehingga tidak ada waktu untuk mengurus kami beradik kakak. sehingga saya sudah terbiasa untuk hidup mandiri .
Kebetulan kami berkeluarga termasuk keluarga besar maklumlah pada zaman 80 han belum ada program kb yang di terapkan pemerintah . walaupun ada orang dulu juga masih takut untuk pergi kerumah sakit dan juga masih ada sifat primitif ,sehingga orang tua saya melahirkan tiap satu setengah tahun satu anak , mangkanya kami banyak 
Saya dilahirkan pada bulan april  dansaya anak yang ke 7 dari 12 bersaudara . saya sejak berumur 6 th sudah menanggung beban hidup keluarga.


Pada suatu ketika saya pergi ke pasar untuk berdagang koran. saya berangkat dari rumah jam tujuh pagi . pasar jarak dari rumahsay lebik kurang 20 kilo meter saya berangkat dengan bersendal jepit dan tidak ada mebawak bekal apa apa cuman modal nekat saja .separoh perjalan badan sudah terasa letih dan hauspun sudah mengingatkan saya untuk istirahat dan saya tetap bersemangat untuk sampai di pasar ,sampaisaya di pasar saya coba menemui bos koran . saya bertanya kepada pak bos koran . bolehkah saya menjajakan koran bapak nantik setelah terjual saya akan serahkan uang bapak . dengan gembira bapak bos koran menjawab .silahkan... dan bos koran bertanya kepada saya . sebelumnya anda tinggal di mana ?.
 saya menjawab saya tingal 20 km dari sini pak dan bos bertanya lagi anda kesini dengan apa ?saya menjawab saya datang kesini dengan jalan kaki pak dan bos koran memgguk . dan bos menyediakn koran untuk saya bawak  untuk saya jual. ,setelah itu saya terus berjalan keliling pasar dan menjajakan koran tersebut sampil teriak. koran .koran. .............................. lalu saya bernya tentang koran begini liriknya 


koran koran tampamu aku pasti
siang jadi malam malam pun jadi siang 
damainya dunia hanya karenamu 
lantaran penamu lebih bisa tajam dari pedang

sehinga saya bernyayi menjajakan koran sehingga koran saya cepat habis dan semua uang yang saya dapat dari jual koran tersebut saya kasihkan dengan cepat kepada bos koran . setelah itu aya pulang kerumah dengan naik bis metro . dengan hasil jualan koran tersebut saya menamatkan sekolah saya sampai sekolah dasar. sekian dulu lain kali kita sambung ......
SADDSD. sekian dulu . saya aADA P




Tidak ada komentar:

Posting Komentar